Friday, January 17, 2014

NARASI



“NARASI KU”
Kesuksesan Dan Kegagalan Dalam Belajar

Assalamu’alaikum Wr.Wb…!!!

“Mimpi itu berawal dari merah putih.!!”
Disetiap kegagalan pasti ada kemenangan. Sore menyongsong malam kegelapan, merdunya kicauan-kicauan burung saling bergantian, sunyi, gelap tanpa bintang. Sekali-kali melontar ide untuk menjadi orang yang ada dalam mimpi. Sekian lama mimpi itu hanya menjadi motorik dalam kehidupan ku, konon di jaman modernisme banyak pengalaman yang harus diguliti untuk membangkitkan spiritualismenya dalam kehidupan, memandang realitas yang tak mengenal jarak dan waktu. Aku bayangkan dalam gulitan malam apakah kehidapan yang pas-pasan ini membuat ku tak mampu mengejar mimpi?? Aku rasa materi, harta bukan lah segalanya atau sebagai penghalang mimipi, aku yakin Allah akan selalu bersama orang yang sabar. Tak sekali-duakali aku bangkit dari sebuah kegagalan, berpikir untuk menang dalam sebuah kesuksesan. Melihat dari lingkungan remaja sekarang untuk melopori keagamanya sendiri perlu munculnya hati nurani tersendiri, jarang yang verbal menerima ilmu pengetahuan ayat_ayat suci al-qur’an. Kebanyakan remaja_ramaja hamil diluar nikah, hendaknya mereka memuliakan ajaran_ajaran agama yang telah diterapkan dalam lingkungannya, bukan malah menghancurkan repotasinya dalam menghormati para ulama, dan menghancurkan masa depannya sendiri, hanya karena sebuah kesenangan semata. mereka kalah dalam sebuah kegagalan. Sadarilah kegagalan itu awal dari kemenangan bukanlah awal kehancuran, malah bisa dikatakan orang akan hancur jika tidak pernah mengelami kegagalan.
hay sobat-sobat ku …!! Hari ini aku akan berbagi cerita tentang kegagalan dan keberhasilan ku dalam belajar. Sebelum kita melangkah lebih jauh, alangkah baiknya kita kenalan dulu yach..? pepatah bilang tak kenal maka tak sayang..!! emzz langsung saja nama ku AMBAR SURNIAWATI, lahir di Waykanan (Lampung)  “08-07-1993” dan sekarang aku sudah menjadi mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, dari kecil aku tinggal disebuah desa bersama keluarga tercinta ku. Mungkin itu sedikit identitas ku. Aku merasa mulai belajar itu sejak aku dilahirkan oleh sang Ibu, beliau membimbingku untuk belajar menghargai dan menghormati orang lain, aku juga di ajarin untuk mengenal lingkungan supaya tahu aturan dan tatakrama dalam kehidupan sehari-hari. Ketika ada pembimbing ketiga yaitu Guru, aku dikenalkan dengan alam, bawasannya belajar itu tidak hanya seperti mata uang yang cukup hitung-hitungan melainkan pengenalan alam, untuk mengetahui bahwa banyak tumbuhan yang dapat dimafaatkan, sebagai karya budaya. Saat aku dikelas 1 aku selalu belajar menyanyi, bersama teman-teman, dan belajar menulis abjad. Kata guru ku, aku harus bisa menulis supaya pintar terus jadi dokter. Karena Aku dan teman-teman ku banyak yang yang belum bisa menulis. Menulis itu bagi ku hal yang sangat sulit, begitupun dengan aku yang sulit untuk menangkap materi apa yang disampaika oleh ibu guru, karena sebelum aku masuk ke SD, aku gak pernah di ajari untuk menulis ataupun membaca, aku merasa sangat berbeda dengan yang lain, aku kelihat sangat bodoh. Yang membuat ku amat bosan adalah menyanyi, karena aku tidak suka menyanyai selain itu juga aku gak bisa menyanyi, setiap kali aku suruh menyanyi sama guru ku, aku selalu menangis ketakutan. Disitulah aku merasa begitu banyak kekurang dari ku, tak ada sedikitpun kegiatan yang aku suka, teman ku selalu aktif dengan hobinya, yach… setiap ada kegiatan lomba aku gax pernah mengikutinya malah terkadang tidak masuk sekolah. Aku merasa kurang diperhatikan ibu dan ayah ku, seakan aku dibiarkan sendiri badahal aku sungguh membutuhkan bimbingan dan perhatian yang lebih dari beliau, tapi kasih-sayang itu jarang ku dapat kan, aku tak pernah diperhatikan dalam belajar, entah gagal atau berhasil beliau tidak pernah tahu. Aku sering mengeluh menangis, bahkan jarang pulang kerumah, biasanya aku tidur dirumah nenek.
SDN WAYTUBA,menjadi sekolah idola ku, aku bangga dengan merah putih yang tiap pagi aku pakai sebagai seragam sekolah ku. Entah kenapa di usia 7th aku baru masuk SD, apa mungkinkah karena badan ku yang kecil ini..?? karena dulu badan ku sangat kecil banget, tapi imutz lohh seperti  boneka .. hhh !!. Meski usia ku lebih tua dibandingkan dengan yang lain tapi tubuh ku jelas lebih kecil dari mereka. Anak SD kelas awal itu ternyata belum tahu malu yach…. ?? hhh sangat lucu katika teman sebangku ku ngompol didalam kelas, ketika ditanya gurunya ehhh malah nangis….!!. Di sekolah ku semua guru sangat keras, jarang yang mau mengenal setiap karakter siswanya, namapak apa yang beliau katakan ya harus dilaksanakan. 
Orang yang tidak menghargai masa lalu, tidak memiliki masa depan..!! mengapa biasa ku katakn begitu,..?? orang bilang “NANONANO” asam, manisnya masa lalu itu juga perjuangan masa depan, jika orang tak mampu mengharagai masa lalunya berarti ia pulalah orang yang tak bisa menghargai perjuangan hidupnya. Orang yang sering lupa itu sudah menjadi manusiawi, tapi Aku sangat ingat sekali saat aku dibangku Kelas 3, aku bersama kedua teman ku melalaikan tugas ku, piket kelas, kemudian punggungku dipukul dengan sebatang bambu yang kecil, dan itu rasanya sakit banget. Jujur aku menyadari bawasanya aku adalah orang yang pemalas dan bodoh ilmu, aku gak pernah belajar terkecuali menjelang ujian, kalaupun ada tugas, yachhh… Cuma nyontek dari buku teman, malu sih malu yachh.. tapi mau gimana lagi aku saja orangnya pemalas, dan yang paling bodohnya aku gax pernah mendapat juara, aku paling suka belajar olahraga dan aku paling tidak suka belajar matematika, selain gurunya yang membosankan dan galak, aku pun gak bisa rumus matematika, setiap saat pelajaran matemaatika itu selalu membuat hati ku panik karena pasti nilai ku jelek, bahkan sering dapat bebek alias 2. Dan setiap aku dapat nilai jelek aku diam, aku merasa malu sama temen ku, tapi kalau aku dapat nilai besar waaahh.. aku pun sombong, suka pamer !! yach itulah aku, dan setelah aku kelas 5, aku baru punya mimpi (cita-cita). Emmzzz… sobat mau tahu gak apa cita-cita ku, aku mengira sih cita-cita ku sederhana, tapi insaallah lebih mulia, (Amin). Aku hanya ingin menjadi seorang GURU dan USTAZAH, gak lebih dari itu. Tapi sayangnya mimpi ku itu hanya ada dalam angan dan hati, aku gak pernah berani mengatakan kepada temen ku bahkan kepada Guru ku sendiripun kalau ditanya, aku jawab gx punya cita-cita, sebab aku takut mimpi ku itu tak bisa ku wujudkan, dan aku merasa  maulu jika cita-cita ku akan gagal. Melihat keadan lingkungan keluarga ku itu membuat ku tak punya mimpi, aku hanya menjalani kehidupan seperti air. Dalam segi belajar aku gax pernah mendapatkan perhatian dari kedua orang tua, bahkan setiap kali rapat wali murid, ayah dan ibu ku gax pernah hadir, jujur aku sangat iri dengan teman-teman ku , yach… aku hanya bisa meratap sedih, terkadang pun bisa menangis sendiri. Dan disitu aku mulai merasa bahwa cita-cita ku tak akan ada artinya apa-apa, pikir ku itu hanya bayangan anak kecil yang tidak tahu apa itu mimpi (cita-cita).
Sobat sekarang aku naik kelas 6, aku bahagia meski gak pernah mendapat peringkat tapi aku gax pernah tinggal kelas. Dikelas atas ini aku merasakan malu yang benar-benar malu, saat belajar praktek  Agama membaca Al-Qur’an, aku gak bisa sama sekali, dan itu sungguh membuat ku merasa kecil hati, aku merasa gagal dalam hal agama, sangat berlawanan dengan mimipi ku.. !! hati ku berkata “ mungkinkah mimpi itu bisa ku wujudkan, dangan aku yang tak tahu tentang ajran Mu?.. Ya Allah, semua ini bisa saja terjadi jika Engkau menghendakinya, ku pasrahkan mimpi ku bersama Mu, karena hanya Engkau lah yang Maha Tahu”. Aku menyadari belajar itu tidak mudah apalagi belajar dari sebuah kegagalan. Seragam yang selalu ku pakai Merah putih, kini menjadi harapan mimpi ku dimana aku mulai belajar menumbuhkan karakter hidup ku. Aku simpan merah putih ku dalam album kenangan, ku bangkitkan mimpi ku dengan belajar, belajar dan belajar. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam,
“… barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya …”. (HR. muslim)
Detik-detik perjalanan masa depan yang semakin dekat, aku hanya bisa berharap masa yang akan datang itu adalah kesuksesan ku. Ujian mulai dekat dan aku gax pernah namanya belajar, aku hanya berdo’a semoga ujian ku sukses tak mengalami kegagalan. Kata nenek, “kamu gak belajar ?” “enggak nek buat apa, aku gak suka belajar” jawab ku dengan menundukkan kepala, sesungguhnya aku ingin belajar dengan ditemani oleh kedua orangtua, tapi semua itu Cuma bayangan. Kurabahkan tubuh ku ditempat tidur, aku bayangkan sosok wajah kedua orangtua ku, kening mengkerut, gelimpang-gelimpung kesana kemari tak bisa tidur hati ku sambil berucap “ibu, ayah besok aku sudah mulai ujian, tapi kenapa gak ada yang memperhatikan ku selain nenek, ibu sesungguhnya aku rindu dan ingin tidur berdua dengan mu, seperti masa kecilku yang selalu kau alunkan suara merdu untuk menemani tidur ku, namun sekarang dimana, ibu jarang pulang, ibu lupa sama aku ibu membuat ku jadi malas belajar, pokoknya aku gak mau belajar kalau gak ditemani ibu, Ya Allah sampaikan salam ku untuk kedua orangtua ku sungguh aku merinduakan kehangantan pelukannya, tak terasa air mata menetes membasahi pipiku hingga membawa ku terlelap dalam sebuah mimipi.
Masa SD yang aku tempuh selama 6 tahun ini, bahkan teman ku pun tak mengelak ada pula yang lebih dari 6 tahun, masa ini sebagai dimensi kehidupan yang menjadi dasar hidup hingga kini. Kelulusan itu membuat ku terkejut, tak terasa merah putih telah ku tinggalkan, kenangan-kenangan demi kenangan kini ku tinggalkan, ada sedikit yang mengesankan dan tidak kan aku lupakan Ketika  bangun  pada hari  Senin  pagi, aku  sangat terkejut  karena melihat jam di kamar telah  menunjukkan  pukul  06.30 Wib. Aku  langsung  bangun  dan  menuju  ke kamar  mandi. Sampai  di  kamar  mandi  tiba-tiba aku  terpeleset dan hampir saja mencederaiku. Setelah mandi, aku berpakaian sekolah, dan langsung berangkat sekolah naik sepedah, tanpa menyantap makanan pagi yang telah disiapkan oleh nenek dimeja makan, toh memang sudah terbiasa setiap pagi jarang. Sesampainya di sekolah kulihat tasku untuk mengambil topi. Betapa terkejutnya aku, ternyata pada hari itu aku menjadi petugas bendera, aku panik, kebingungan karena sebelumnya aku tidak pernah tugas. Aku belum mempersiapkan diri dan biasanya aku selalu lupa tidak membawa topi hati ku berkata “Ya Allah semoga aku tidak lupa membawa topi” perlahan ku buka raih tas ku lalu lalu ku buka, ehhh ternyata ternyata topiku tidak ada di dalam tas. Karena aku hari itu tugas, maka aku pulang untuk segera mengambil topi. Selesai mengambil topi aku kembali lagi ke sekolah dengan menaiki sepeda motor. Tiba-tiba di jalan motorku mogok, setelah diperiksa ternyata bensinnya habis. Terpaksa kudorong motor untuk mencari tempat penjualan bensin eceran. Untunglah tempat penjualan bensin itu tidak jauh. Aku membeli satu liter bensin dan langsung tancap gas menuju ke sekolah.
Setibanya di sekolah ternyata murid-murid sudah berkumpul di lapangan. Upacara hampir saja dimulai. Aku pun tergesa-gesa berlari menuju ke lapangan upacara. Ketika upacara dimulai kepala sekolah langsung memberi pengarahan tentang tata tertib sekolah. Tiba-tiba datanglah seorang guru untuk memeriksa kerapian murid-muridnya, dan aku langsung disuruh mengambil posisi sebagai petugas. Saat upacara dimulai ternyata aku salah melangkahkan kaki ku yang seharusnya sebelah kiri trlebih dulu tapi aku malah kaki kanan yang kulangkahkan, semua teman-teman menetwakan ku, sungguh malu muka ku jadi memerah seperti tomat karena menahan malu. Setelah upacara selesai aku ditanya oleh guru ku “ambar kenapa kamu bisa salah..?” aku jawabnya “ya karena aku gak bisa bu jadi salah”.. “apa kamu gak latihan dirumah?”enggak , permisi ya ibu aku mau masuk kelas dulu” aku tidak mau lagi mendengar nasehatan guru ku, aku langsung beranjak melangkahkan kaki ku meninggalkannya. Aku langsung masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran. Rupaya pelajaran tersebut mempunyai pekerjaan rumah (PR) dan aku lupa mengerjakan tugas tersebut lalu dihukum oleh guru menulis pernyataan sebanyak 100 kata, bahwa aku tidak akan lupa dengan tugas, Aku langsung mengerjakan tugas itu. Sebelum aku mengerjakannya jam pelajaran pun habis lalu aku disuruh menulis beberapa kali lipat lagi oleh guru. Ketika sedang mengerjakan tugas itu, teman-teman ribut di kelas karena jam pelajarannya kosong. Dengan senangnya teman-teman pun bermain di kelas sehingga aku pun merasa terganggu. Aku menegurnya supaya tidak ribut lagi, ternyata mereka tidak senang dan tidak terima atas teguranku. Temanku tadi langsung merobek tugas yang sedang kubuat. Aku merasa kesal dan tanpa basa-basi lagi aku langsung menghajarnya sehingga terjadilah perkelahian. Kemudian kami dipanggil wali kelas ke kantor untuk menyelesaikan masalah tersebut. Aku ceritakan masalah tersebut dan kami pun disuruh untuk bermaaf-maafan. Setelah itu kami disuruh untuk melupakan masalah tersebut, akhirnya lonceng pun berbunyi menandakan pulang sekolah. Kami pun langsung pulang ke rumah. Setibanya di rumah aku merasa senang karena permasalahan tersebut telah selesai. Aku bercerita tentang kejadian-kejadian yang aku alami di sekolah tadi dengan nenek ku, ehhh tahunya malah aku dimarah dan aku dihukum suruh bersihin lantai sampai bersih. Itu lah kisah yang paling mengesankan dimasa SD ku, sekarang kita akan bercerita tentang masa SMP yach….!!

Putih biru mulai menjadi seragam SMP ku. Th 2006 aku mulai masuk SMP PEMBANGUNAN WAYTUBA, dimana aku harus menyusun jawad dan harapan baru ku, aku pikir mimpi di merah putih itu mimpinya anak kecil, ternyata mimpi itupun masih sama untuk pitih biru. Aku mulai mengenal temen baru, pelajaran baru, Guru baru, dan semua serba baru. Di Smp ini mulai membuat tantangan baru untuk ku, sayangnya aku tidak suka berorganisasi, dan aku tidak suka bergaul dengan temen-temen lain kelas dari ku,dan itu membuat ku tidak banyak teman, aku hanya sering jalan bareng dengan teman sebangku ku, cowok namun gayanya seperti cewek, aku selalu belajar bareng dengannya, dia mengenalkan aku dari sebuah kegagal untuk menuju kemenangan. Pada suatu hari kami mengalami keberhasilan, aku merasa diatas segalanya, kesombongan ku masih sering ku biarkan berkeliaran, hingga pada saat itu ada seorang yang bilang pada ku “ jangan merasa menang di atas awan karena di atas awan pasti akan turun hujan”. Aku tidak tahu dengan apa yang dia maksudkan, hingga aku tidak menghiraukan perkataannya, setelah beberapa bulan kemudian aku merasakan kegagal, orang itupun dating pada ku lalu bilang “jika awan telah turun hujan jangan kalah air”, dan aku hanya bengok Nampak seperti orang begok. Berpikir terus berpikir, ucapan itu selalu terdengar ditelinga  berusaha damai dengan rasa gelisah, berbahagia dengan rasa luka, menjadi pelangi dalam kehidupan sender itu sangat sulit bagi terkadang batu-batu krikil datang menyapa sepi ku,saat itu aku hanya mampu tersenyum kecil, mungkin aku harus belajar mengerti arti perjuangan. Manusia diciptakan penuh dengan keterbatasan. Ingin rumah luas uang tidak punya untuk membuatnya, ingin sekolah tinggi tapi tidak ada kesempatan, ingin menikah tapi jodoh belung datang, ingin hidup tenang tapi terus saja gundah gulana, ingin sukses tapi misi dan visi hidup tidak beres.
“Sungguh Maha Adil Allah yang telah mencipta, dengan segala keterbatasan yang ada, manusia menempati tempat tertinggi dibanding makhluk Allah lainya. Dia beri kita akal untuk menyempurnakan keterbatasan yang kita miliki, Dia beri kita hati nurani yang tidak pernah berdusta, Dia beri kita jasad yang indah lagi sempurna”.
Putih biru ini membuat ku menjadi tidak suka dengan olahraga, meski SD dulu aku paling suka olahraga tapi entah apa asalsannya sehingga aku tidak lagi menyukai olahraga, bahkan aku sering beralasan sakit ketika pelajaran berlangsung, sampai-sampai alasan ku membuat seorang guru curiga. Karena setiap hari jum’at memang di kuhususkan untuk senam pagi dan setelah selasai senam bersih-bersih bareng untuk membersihkan halaman sekolah, bahkan jika telat dating untuk mengikuti senam maka hukumannya adalah bersihin kamar mandi dan wc. Pada akhir bulan aku mendapat surat peringatan, dan yang membuat ku malu, surat itu dibaca saat pengumuman, seluruh siswa berdiri depan kantor dan mendengarkan isi surat yang dibaca oleh salah satu teman kelas ku, Semua teman menertawakan ku, aku menangis dan langsung pulang begitu saja. Dalam waktu seminggu aku tidak datang disekolahan itu, aku merasa kecewa dengan semuanya, harusnya mereka tahu kalau aku memeng tidak suka olahraga, karena nafas ku suka tidak kuat untuk menahan rasa cepek. Hampir dua minngu aku terdiam diri dirumah, setahu orang tua shie libur, ehh taunya ngelibur sendiri, jum’at pukul 09.20 wib, Guru wali kelas ku datang kerumah ku, menanyakan kenapa aku tidak pernah hadir, setelah beliau tahu alasan ku mengapa tidak mau lagi sekolah, baru menyadari dan meminta maaf agar aku sekolah lagi, beliau berkata “jangan sia-siakan sekolah mu kasihan dengan mimpi mu, jika kamu berhenti maka mimpi mu tak punya teman, karena mimpi mu telah  menunggu didepan. Tinggal kamu jalan kedepan pasti akan kamu temukan mimipi itu, berjuanglah menahan godaan, jangan kalah dengan kegagalan, karna kesuksesan akan mewarnai mimpi mu, bukan kah kamu ingin menjadi pelangi ..?”. Aku memulai dari kata-kata itu untuk bangkit dan berusaha, berjuang untuk terus menutut ilmu, jika memang aku adalah salah satu diantara orang yang berutung pasti akan ada cara untuk dari sebuah kegagalan. Namun semua itu juga tak lepas dari bagaimana aku berusahanya. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam.
“Sungguh, seorang dari kalian yang memanggul kayu bakar dan dibawa dengan punggungnya lebih baik baginya daripada dia meminta kepda orang lai, baik orang lain itu memberinya atau menolaknya”. (HR. Bukhari&muslim).
Semangat dan semangat hingga tiga tahun kini telah berlalu, kini seragam ku berganti dengan putih abu-abu. Hati ku pun kian senang dan bahagia.

“Belajar dari sebuah kegagalan..!!”
Seragam putih abu-abu itu memenuhi SMK TUNAS WUYATA, dan sungguh hati kupun merasakan warna-warni kisah hidup yang seprti lampu terkadang terang terkadang redup. Belajar dari sebuah gegagaln itu tak segampang membalikan tangan, saat aku dimbangku 2 SMK aku benar-benar gagal, belajar ku kacau berantakan, badahal dikelas 1 yang lalu aku masuk 10 besar umum. Aku menyadari inilah hidup ku, yang terkadang bergerak dengan kesadaran terkadang pun penuh kehilafan. Aku punya geng yang terdiri dari 9 cewek, kami merasa sangat kuasa atas kelas ku, absen kehadiranpun itu selalu geng kami pegang, setiap salah satu diantara geng kami tidak hadir itu selalu izin dalam absensi meski tidak ada surat keteranagannya, beda dengan teman yang lain kalau tidak ada surat keterangan maka selalu alpa.  Dan setiap kali ada pelaajaran yang menurut kami itu membosankan, kami selalu nongkrong dikantin yang berada belakang sekolah, di antara teman-teman satu kelas kami tak ada seorang pun yang berani mengadukan kepada guru tentang apa saja yang kami lakukan. Meski gerbang sekolah selalu ditutup tapi setiap pelajaran kosong kami bolos, menerobos belakang sekolah. Nah selama 1 tahun itulah pekerjaan ku yang hanya mengejar sebuah kegagalan. Dan ada satu hal yang sangat mengingatkan ku dalam sebuah kesalahan. Ada salah seorang teman ku yang bernama Agu, dia sudah 3 kali tidak hadir (alpa), kata guru wali kelas ku, aku disuruh supaya menanyakan kepadanya, kenapa sudah tiga hari tidak kesekolah dan agar aku memberikan nasehat untuknya. Dan setelah aku Tanya-tanya, ehh jawabnya“kenapa kalau yang lain selain geng kamu yang tidak hadir kamu tidak berusaha memberinya izin, sedang geng kamu selalu diberi izin, apa alasan itu karena kalian berkuasa didalam kelas?.. pikirin nasib kita juga dong, jangan mementingin geng kalian sendiri.. kamu egois!!”. Sungguh jawaban itu membuat ku jadi introspeksi diri. Ternyata ada yang  lebih lemah dari yang kuat Tidak jarang seseorang tidak mampu selamat dari hawa nafsu dan terbebas dari kekeliruan pendapat karena bersikukuh meyakini sesuatu dan tidak mau menerima koreksi, kalau ternyata tindakan ku bersama geng ku itu jelas sangatlah salah. Diriwayatkan dari Umar bin al-Khaththab, beliau mengatakan.
“Koreksilah diri kalian sebelum kalian dihisab dan berhiaslah (dengan amal shalih) untuk pagelaran agung (pada hari kiamat kelak)”. (HR. Tirmidzi).
Kami menyadari bahwa kami memang tidak pernah belajar untuk mendapatkan nilai- nilai positif dari pandangan orang lain. Namun dari situlah aku belajar untuk dewasa, membangkitkan mimpi yang sejak kecil seperti idola dalam hidup ku. Setelah aku beranjak kelas tiga dan sampai akhirnya aku lulus sekolah, mimpi itu terus terkenang dipikran ku, namun yang sangat menyedihkan, orangtua tidak pernah percaya kalau aku punya mimpi yang tinggi. Aku sempet shie temen aku mau kabaur dari rumah hanya karena ingin mewujudkan mimpi. Oke.. oke.. kita lihat episode ceritaku dalm mengejar mimpi.




“Mengejar Mimpi !!”
Oya sobat berimpilah sebanyak-banyaknya selagi mimpi itu garatis...!! sadarilah bahwa  mimpi itu bisa melecut semangat seseorang untuk menjadi seperti yang diimpikannya. Hingga tak heran banyak orang yang berhasil meraih kesuksesan karena berawal dari sebuah mimpi. Tapi jangan salah, meski banyak yang berhasil mewujudkan mimpinya tidak sedikit juga yang gagal. Tak jarang kegagalan itu menyebabkan stres, down, depresi bahkan nyaris gila. Mengerikan ya…?. Aku selalu menerapkan untuk diriku sendiri bawasannya orang yang hebat adalah dia yang berjuang melawan kegagalan. Karena keberhasilan menggapai cita-cita tentunya berawal dari sebuah impian. Sekarang kita belajar berfikir? Bagaimana kita meraih sebuah kesuksesan, kalau kita sendiri saja tidak pernah punya mimpi. Dan kalian juga harus tahu sebesar apapun impian seseorang di dunia ini haruslah juga diingat bahwa ia harus punya impian atau cita-cita yang lebih besar lagi untuk menuju kehidupan akhirat kelak. Allah SWT memerintahkan makhluk-Nya untuk memperhatikan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat,
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS Al-Qashash: 77).
Faktor kunci keberhasilan mencapai impian sangat ditentukan oleh seberapa besar keinginan ku. Tidak  menyalahkan keadaan atau orang lain atas belum tercapainya impian ku. Ini mungkin terjadi karena aku tidak benar-benar memiliki keinginan yang kuat dan tidak tabah serta sabar menjalani pengorbanan yang dibutuhkan. Setiap  manusia yang dilahirkan didunia penuh dengan impian. Impian inilah yang menuntun diri ku untuk meraih apa yang aku inginkan. Bukan hanya berharap dari mimpi untuk menjadi kaya. Sudah menjadi cerita umum, banyak fakta dilingkungan ku sendiri bahwa impian seseorang digantungkan melalui nomor togel atau berburuh harta karun yang konon ceritanya peninggalan Bung Karno yang dikenal dengan harta revolusi. Harapan dan impian ini akhirnya hanya sebatas angan-angan. Kisah perburuan dan harapan ini akhirnya hanya melahirkan kesengsaraan bahkan mengorbankan seluruh keluarga. Banyaknya hutang dimana-mana untuk mencari keberadaan harta karun, biaya untuk ke orang pintar yang konon mengetahui keberadaan harta karun, belum biaya ini itu seperti mahar, transportasi dan lainnya. Dirinya hanya  berpangku tangan dan berharap suatu saat akan mendapatkan kekayaan yang berlimpah. Tanpa adanya usaha yang benar-benar nyata. Aku sendiripun tidak menyadari bahwa ada mimpi yang besar dalam hati, aku selalu mendambakan mimipi ku itu, meski aku tidak tahu keberhasilan ataukah kegagalan yang akan ku dapatkan. Kalaupun ditimpa cobaan atau memiliki kekurangan, rasa syukur itu akan membantu diri ku kembali memperoleh semangat untuk menghasilkan karya yang inspiratif, mengalahkan tantangan, sukses, berprestasi, dan mencapai segala impian.
Bersyukur atas apapun realita hidup yang aku terima ini dapat mengatasi perasaan putus asa. Ketidak sempurnaan, kehilangan atau kerugian apapun memang dapat mengecilkan hati, kecewa, dan putus asa. Namun dengan senantiasa mensyukuri karunia apapun yang aku terima, ini akan membantu aku lepas dari perasaan putus asa. Ketika aku mulai untuk mengambil tindakan menuju tujuan dan impian ku, aku harus menyadari bahwa setiap tindakan tidak akan sempurna. Tidak setiap tindakan akan menghasilkan sesuatu yang aku inginkan dan Tidak setiap tindakan akan bekerja sesuai impian ku. Terkadang membuat kesalahan, mendapatkan hampir benar, dan percobaan untuk melihat apa yang terjadi adalah bagian dari proses untuk akhirnya mendapatkan sesuatu dengan benar, sesuai dengan impian. ada pepatah mengatakan, kegagalan adalah awal dari kesuksesan. Selalu aku ingat bahwa bukan berarti kesuksesan harus dimulai dari kegagalan. Namun aku tidak berhenti untuk belajar tidak gagal.
Dewasa ini aku memliki cara untuk meraih mimpi ku dan aku selalu berdoa semoga aku berhasil dalam meraih mimpi tersebut yakni  untuk dunia dan akhirat ku, (Amin). Aku bayangkan apa yang sudah menjadi impian ku. Terus ku Bayangkan seolah-olah aku sudah menjadi seperti orang yang aku impikan. Aku Nikmati mimpi ku, aku rasakan bahwa cita-cita itu telah ku genggam, semoga imajinasi yang fantastis ini akan terus berkembang dan membuat aku memiliki kekuatan untuk meraihnya. Karena jika aku memandang suatu masalah itu membuat kita terpuruk sendiri takut untuk maju, takut gagal, begitu dengan masalalu yang terburuk itu rasanya ingin terbuang dari angan-angan , terhapus dari memori, namun semua itu sering muncul dengan sendirinya.
kearah Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. Sukses, setiap orang pasti ingin sukses, tidak ada satupun didunia ini yang bermimpi tidak ingin sukses.
Ada berbagai macam keinginan, ada yang ingin sukses menjadi Seorang manajer, menjadi seorang guru, menjadi seorang Penulis puisi, sukses menjadi Jutawan, dan lain sebagainya. Bahkan menjadi seorang Koruptor pun bisa disebut sukses, walau dalam arti sebenarnya itu merupakan kesuksesan dalam hal yang kurang baik. Kegagalan adalah sebuah modal berharga untuk keberhasilan karena tanpa ada kegagalan tak akan ada keberhasilan. Aku menyebutkan bahwa kegagalan dan keberhasilan itu seperti dua sahabat yang setia mendampingi kita menjalani hidup ini, dia akan datang silih berganti membantu aku mewarnai kehidupan ini. Aku harus ingat bahwa sebenarnya semenjak kecilpun aku sudah pernah mengalami kegagalan, dengan begitu aku
harus punya sifat optimis dengan selalu bertawakkal (menyandarkan hati pada Allah) dan tetap berusaha untuk menggapai impian yang aku cita-citakan. Ingatbahwa siapa saja yang bertakwa dan bertawakkal pada Allah Ta’ala dengan sebenar-benarnya, maka pasti Allah Ta’ala akan memberikan ia jalan keluar dan akan memberikan ia selalu kecukupan. Allah Ta’ala berfirman,
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3).
Sobat mungkin cukup ini yach … cerita ku dalam belajar kegagalan dan meraih kesuksesan. Semoga aku tergolang dari orang-orang yang sukses. Untuk itu aku selalu mengawali dengan berdo’a,  berdo’a dan berdo’a bahwa Allah Swt bersama orang yang sabar, “ibu doa mu lebih baik dari doa anak mu, tiada yang sempuran selain Allah Swt, dan engkau ‘ibu’ pelantara yang di ciptakan Allah sebagi penyempura hidup ku, aku adalah anak mu yang sengaja dilahirkan untuk berbakti pada mu dan hanya bertaqwa kepada yang Esa. Ya Allah, hanya bisa ku ucap dengan rasa syukur, Engkau telah menciptakan bidadari yang selalu menyelimuti hati ku”.
Wassalamu’allaikum Wr.Wb.


Nama  : Ambar Surniawati
Nim     : 12005208
Kelas   : E
Prodi   : PGSD

Yogyakarta, 27_September_2013

No comments:

Post a Comment