“NARASI KU”
Kesuksesan Dan Kegagalan Dalam Belajar
Assalamu’alaikum
Wr.Wb…!!!
“Mimpi itu berawal dari merah putih.!!”
Disetiap
kegagalan pasti ada kemenangan. Sore menyongsong malam kegelapan, merdunya
kicauan-kicauan burung saling bergantian, sunyi, gelap tanpa bintang.
Sekali-kali melontar ide untuk menjadi orang yang ada dalam mimpi. Sekian lama
mimpi itu hanya menjadi motorik dalam kehidupan ku, konon di jaman modernisme
banyak pengalaman yang harus diguliti untuk membangkitkan spiritualismenya dalam
kehidupan, memandang realitas yang tak mengenal jarak dan waktu. Aku bayangkan
dalam gulitan malam apakah kehidapan yang pas-pasan ini membuat ku tak mampu
mengejar mimpi?? Aku rasa materi, harta bukan lah segalanya atau sebagai
penghalang mimipi, aku yakin Allah akan selalu bersama orang yang sabar. Tak
sekali-duakali aku bangkit dari sebuah kegagalan, berpikir untuk menang dalam
sebuah kesuksesan. Melihat dari lingkungan remaja sekarang untuk melopori
keagamanya sendiri perlu munculnya hati nurani tersendiri, jarang yang verbal
menerima ilmu pengetahuan ayat_ayat suci al-qur’an. Kebanyakan remaja_ramaja
hamil diluar nikah, hendaknya mereka memuliakan ajaran_ajaran agama yang telah
diterapkan dalam lingkungannya, bukan malah menghancurkan repotasinya dalam
menghormati para ulama, dan menghancurkan masa depannya sendiri, hanya karena
sebuah kesenangan semata. mereka kalah dalam sebuah kegagalan. Sadarilah
kegagalan itu awal dari kemenangan bukanlah awal kehancuran, malah bisa
dikatakan orang akan hancur jika tidak pernah mengelami kegagalan.
hay sobat-sobat
ku …!! Hari ini aku akan berbagi cerita tentang kegagalan dan keberhasilan ku
dalam belajar. Sebelum kita melangkah lebih jauh, alangkah baiknya kita kenalan
dulu yach..? pepatah bilang tak kenal maka tak sayang..!! emzz langsung saja
nama ku AMBAR SURNIAWATI, lahir di Waykanan (Lampung) “08-07-1993” dan sekarang aku sudah menjadi
mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, dari kecil aku tinggal disebuah
desa bersama keluarga tercinta ku. Mungkin itu sedikit identitas ku. Aku merasa
mulai belajar itu sejak aku dilahirkan oleh sang Ibu, beliau membimbingku untuk
belajar menghargai dan menghormati orang lain, aku juga di ajarin untuk
mengenal lingkungan supaya tahu aturan dan tatakrama dalam kehidupan
sehari-hari. Ketika ada pembimbing ketiga yaitu Guru, aku dikenalkan dengan
alam, bawasannya belajar itu tidak hanya seperti mata uang yang cukup
hitung-hitungan melainkan pengenalan alam, untuk mengetahui bahwa banyak
tumbuhan yang dapat dimafaatkan, sebagai karya budaya. Saat aku dikelas 1 aku
selalu belajar menyanyi, bersama teman-teman, dan belajar menulis abjad. Kata
guru ku, aku harus bisa menulis supaya pintar terus jadi dokter. Karena Aku dan
teman-teman ku banyak yang yang belum bisa menulis. Menulis itu bagi ku hal
yang sangat sulit, begitupun dengan aku yang sulit untuk menangkap materi apa
yang disampaika oleh ibu guru, karena sebelum aku masuk ke SD, aku gak pernah
di ajari untuk menulis ataupun membaca, aku merasa sangat berbeda dengan yang lain,
aku kelihat sangat bodoh. Yang membuat ku amat bosan adalah menyanyi, karena
aku tidak suka menyanyai selain itu juga aku gak bisa menyanyi, setiap kali aku
suruh menyanyi sama guru ku, aku selalu menangis ketakutan. Disitulah aku
merasa begitu banyak kekurang dari ku, tak ada sedikitpun kegiatan yang aku
suka, teman ku selalu aktif dengan hobinya, yach… setiap ada kegiatan lomba aku
gax pernah mengikutinya malah terkadang tidak masuk sekolah. Aku merasa kurang
diperhatikan ibu dan ayah ku, seakan aku dibiarkan sendiri badahal aku sungguh
membutuhkan bimbingan dan perhatian yang lebih dari beliau, tapi kasih-sayang
itu jarang ku dapat kan, aku tak pernah diperhatikan dalam belajar, entah gagal
atau berhasil beliau tidak pernah tahu. Aku sering mengeluh menangis, bahkan
jarang pulang kerumah, biasanya aku tidur dirumah nenek.
SDN WAYTUBA,menjadi
sekolah idola ku, aku bangga dengan merah putih yang tiap pagi aku pakai
sebagai seragam sekolah ku. Entah kenapa di usia 7th aku baru masuk
SD, apa mungkinkah karena badan ku yang kecil ini..?? karena dulu badan ku
sangat kecil banget, tapi imutz lohh seperti
boneka .. hhh !!. Meski usia ku lebih tua dibandingkan dengan yang lain
tapi tubuh ku jelas lebih kecil dari mereka. Anak SD kelas awal itu ternyata
belum tahu malu yach…. ?? hhh sangat lucu katika teman sebangku ku ngompol
didalam kelas, ketika ditanya gurunya ehhh malah nangis….!!. Di sekolah ku
semua guru sangat keras, jarang yang mau mengenal setiap karakter siswanya,
namapak apa yang beliau katakan ya harus dilaksanakan.
Orang yang tidak
menghargai masa lalu, tidak memiliki masa depan..!! mengapa biasa ku katakn
begitu,..?? orang bilang “NANONANO” asam, manisnya masa lalu itu juga
perjuangan masa depan, jika orang tak mampu mengharagai masa lalunya berarti ia
pulalah orang yang tak bisa menghargai perjuangan hidupnya. Orang yang sering
lupa itu sudah menjadi manusiawi, tapi Aku sangat ingat sekali saat aku
dibangku Kelas 3, aku bersama kedua teman ku melalaikan tugas ku, piket kelas,
kemudian punggungku dipukul dengan sebatang bambu yang kecil, dan itu rasanya
sakit banget. Jujur aku menyadari bawasanya aku adalah orang yang pemalas dan bodoh
ilmu, aku gak pernah belajar terkecuali menjelang ujian, kalaupun ada tugas,
yachhh… Cuma nyontek dari buku teman, malu sih malu yachh.. tapi mau gimana
lagi aku saja orangnya pemalas, dan yang paling bodohnya aku gax pernah
mendapat juara, aku paling suka belajar olahraga dan aku paling tidak suka
belajar matematika, selain gurunya yang membosankan dan galak, aku pun gak bisa
rumus matematika, setiap saat pelajaran matemaatika itu selalu membuat hati ku
panik karena pasti nilai ku jelek, bahkan sering dapat bebek alias 2. Dan
setiap aku dapat nilai jelek aku diam, aku merasa malu sama temen ku, tapi
kalau aku dapat nilai besar waaahh.. aku pun sombong, suka pamer !! yach itulah
aku, dan setelah aku kelas 5, aku baru punya mimpi (cita-cita). Emmzzz… sobat
mau tahu gak apa cita-cita ku, aku mengira sih cita-cita ku sederhana, tapi
insaallah lebih mulia, (Amin). Aku hanya ingin menjadi seorang GURU dan
USTAZAH, gak lebih dari itu. Tapi sayangnya mimpi ku itu hanya ada dalam angan
dan hati, aku gak pernah berani mengatakan kepada temen ku bahkan kepada Guru
ku sendiripun kalau ditanya, aku jawab gx punya cita-cita, sebab aku takut
mimpi ku itu tak bisa ku wujudkan, dan aku merasa maulu jika cita-cita ku akan gagal. Melihat
keadan lingkungan keluarga ku itu membuat ku tak punya mimpi, aku hanya
menjalani kehidupan seperti air. Dalam segi belajar aku gax pernah mendapatkan
perhatian dari kedua orang tua, bahkan setiap kali rapat wali murid, ayah dan
ibu ku gax pernah hadir, jujur aku sangat iri dengan teman-teman ku , yach… aku
hanya bisa meratap sedih, terkadang pun bisa menangis sendiri. Dan disitu aku mulai
merasa bahwa cita-cita ku tak akan ada artinya apa-apa, pikir ku itu hanya bayangan
anak kecil yang tidak tahu apa itu mimpi (cita-cita).
Sobat sekarang
aku naik kelas 6, aku bahagia meski gak pernah mendapat peringkat tapi aku gax
pernah tinggal kelas. Dikelas atas ini aku merasakan malu yang benar-benar
malu, saat belajar praktek Agama membaca
Al-Qur’an, aku gak bisa sama sekali, dan itu sungguh membuat ku merasa kecil
hati, aku merasa gagal dalam hal agama, sangat berlawanan dengan mimipi ku.. !!
hati ku berkata “ mungkinkah mimpi itu bisa ku wujudkan, dangan aku yang tak
tahu tentang ajran Mu?.. Ya Allah, semua ini bisa saja terjadi jika Engkau
menghendakinya, ku pasrahkan mimpi ku bersama Mu, karena hanya Engkau lah yang
Maha Tahu”. Aku menyadari belajar itu tidak mudah apalagi belajar dari sebuah
kegagalan. Seragam yang selalu ku pakai Merah putih, kini menjadi harapan mimpi
ku dimana aku mulai belajar menumbuhkan karakter hidup ku. Aku simpan merah
putih ku dalam album kenangan, ku bangkitkan mimpi ku dengan belajar, belajar dan
belajar. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam,
“… barang siapa menempuh jalan untuk mencari
ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya …”. (HR. muslim)
Detik-detik
perjalanan masa depan yang semakin dekat, aku hanya bisa berharap masa yang
akan datang itu adalah kesuksesan ku. Ujian mulai dekat dan aku gax pernah
namanya belajar, aku hanya berdo’a semoga ujian ku sukses tak mengalami
kegagalan. Kata nenek, “kamu gak belajar ?” “enggak nek buat apa, aku gak suka
belajar” jawab ku dengan menundukkan kepala, sesungguhnya aku ingin belajar
dengan ditemani oleh kedua orangtua, tapi semua itu Cuma bayangan. Kurabahkan
tubuh ku ditempat tidur, aku bayangkan sosok wajah kedua orangtua ku, kening
mengkerut, gelimpang-gelimpung kesana kemari tak bisa tidur hati ku sambil
berucap “ibu, ayah besok aku sudah mulai ujian, tapi kenapa gak ada yang
memperhatikan ku selain nenek, ibu sesungguhnya aku rindu dan ingin tidur
berdua dengan mu, seperti masa kecilku yang selalu kau alunkan suara merdu
untuk menemani tidur ku, namun sekarang dimana, ibu jarang pulang, ibu lupa
sama aku ibu membuat ku jadi malas belajar, pokoknya aku gak mau belajar kalau
gak ditemani ibu, Ya Allah sampaikan salam ku untuk kedua orangtua ku sungguh
aku merinduakan kehangantan pelukannya, tak terasa air mata menetes membasahi
pipiku hingga membawa ku terlelap dalam sebuah mimipi.
Masa SD yang aku
tempuh selama 6 tahun ini, bahkan teman ku pun tak mengelak ada pula yang lebih
dari 6 tahun, masa ini sebagai dimensi kehidupan yang menjadi dasar hidup
hingga kini. Kelulusan itu membuat ku terkejut, tak terasa merah putih telah ku
tinggalkan, kenangan-kenangan demi kenangan kini ku tinggalkan, ada sedikit
yang mengesankan dan tidak kan aku lupakan Ketika
bangun pada hari Senin pagi, aku sangat terkejut
karena melihat jam di kamar telah menunjukkan pukul
06.30 Wib. Aku langsung bangun dan menuju
ke kamar mandi. Sampai di kamar mandi
tiba-tiba aku terpeleset dan hampir saja mencederaiku. Setelah
mandi, aku berpakaian sekolah, dan langsung berangkat sekolah naik sepedah,
tanpa menyantap makanan pagi yang telah disiapkan oleh nenek dimeja makan, toh
memang sudah terbiasa setiap pagi jarang. Sesampainya di sekolah kulihat tasku
untuk mengambil topi. Betapa terkejutnya aku, ternyata pada hari itu aku
menjadi petugas bendera, aku panik, kebingungan karena sebelumnya aku tidak
pernah tugas. Aku belum mempersiapkan diri dan biasanya aku selalu lupa tidak
membawa topi hati ku berkata “Ya Allah
semoga aku tidak lupa membawa topi” perlahan ku buka raih tas ku lalu lalu
ku buka, ehhh ternyata ternyata topiku tidak ada di dalam tas. Karena aku hari itu tugas,
maka aku pulang untuk segera mengambil topi.
Selesai mengambil topi aku kembali lagi ke sekolah dengan menaiki sepeda motor.
Tiba-tiba di jalan motorku mogok, setelah diperiksa ternyata bensinnya habis.
Terpaksa kudorong motor untuk mencari tempat penjualan bensin eceran. Untunglah
tempat penjualan bensin itu tidak jauh. Aku membeli satu liter bensin dan
langsung tancap gas menuju ke sekolah.
Setibanya di
sekolah ternyata murid-murid sudah berkumpul di lapangan. Upacara hampir saja
dimulai. Aku pun tergesa-gesa berlari menuju ke lapangan upacara. Ketika
upacara dimulai kepala sekolah langsung memberi pengarahan tentang tata tertib
sekolah. Tiba-tiba datanglah seorang guru untuk memeriksa kerapian
murid-muridnya, dan aku langsung disuruh mengambil posisi sebagai petugas. Saat
upacara dimulai ternyata aku salah melangkahkan kaki ku yang seharusnya sebelah
kiri trlebih dulu tapi aku malah kaki kanan yang kulangkahkan, semua
teman-teman menetwakan ku, sungguh malu muka ku jadi memerah seperti tomat
karena menahan malu. Setelah upacara selesai aku ditanya oleh guru ku “ambar kenapa kamu bisa salah..?” aku
jawabnya “ya karena aku gak bisa bu jadi
salah”.. “apa kamu gak latihan
dirumah?” “enggak , permisi ya ibu aku
mau masuk kelas dulu” aku tidak mau lagi mendengar nasehatan guru ku, aku
langsung beranjak melangkahkan kaki ku meninggalkannya. Aku langsung masuk ke
kelas untuk mengikuti pelajaran. Rupaya pelajaran tersebut mempunyai pekerjaan
rumah (PR) dan aku lupa mengerjakan tugas tersebut lalu dihukum oleh guru menulis
pernyataan sebanyak 100 kata, bahwa aku tidak akan lupa dengan tugas, Aku
langsung mengerjakan tugas itu. Sebelum aku mengerjakannya jam pelajaran pun
habis lalu aku disuruh menulis beberapa kali lipat lagi oleh guru. Ketika
sedang mengerjakan tugas itu, teman-teman ribut di kelas karena jam
pelajarannya kosong. Dengan senangnya teman-teman pun bermain di kelas sehingga
aku pun merasa terganggu. Aku menegurnya supaya tidak ribut lagi, ternyata
mereka tidak senang dan tidak terima atas teguranku. Temanku tadi langsung
merobek tugas yang sedang kubuat. Aku merasa kesal dan tanpa basa-basi lagi aku
langsung menghajarnya sehingga terjadilah perkelahian. Kemudian kami dipanggil
wali kelas ke kantor untuk menyelesaikan masalah tersebut. Aku ceritakan
masalah tersebut dan kami pun disuruh untuk bermaaf-maafan. Setelah itu kami
disuruh untuk melupakan masalah tersebut, akhirnya lonceng pun berbunyi
menandakan pulang sekolah. Kami pun langsung pulang ke rumah. Setibanya di
rumah aku merasa senang karena permasalahan tersebut telah selesai. Aku
bercerita tentang kejadian-kejadian yang aku alami di sekolah tadi dengan nenek
ku, ehhh tahunya malah aku dimarah dan aku dihukum suruh bersihin lantai sampai
bersih. Itu lah kisah yang paling mengesankan dimasa SD ku, sekarang kita akan
bercerita tentang masa SMP yach….!!
Putih biru mulai
menjadi seragam SMP ku. Th 2006 aku mulai masuk SMP PEMBANGUNAN WAYTUBA, dimana
aku harus menyusun jawad dan harapan baru ku, aku pikir mimpi di merah putih
itu mimpinya anak kecil, ternyata mimpi itupun masih sama untuk pitih biru. Aku
mulai mengenal temen baru, pelajaran baru, Guru baru, dan semua serba baru. Di
Smp ini mulai membuat tantangan baru untuk ku, sayangnya aku tidak suka
berorganisasi, dan aku tidak suka bergaul dengan temen-temen lain kelas dari
ku,dan itu membuat ku tidak banyak teman, aku hanya sering jalan bareng dengan
teman sebangku ku, cowok namun gayanya seperti cewek, aku selalu belajar bareng
dengannya, dia mengenalkan aku dari sebuah kegagal untuk menuju kemenangan.
Pada suatu hari kami mengalami keberhasilan, aku merasa diatas segalanya,
kesombongan ku masih sering ku biarkan berkeliaran, hingga pada saat itu ada
seorang yang bilang pada ku “ jangan merasa menang di atas awan karena di atas
awan pasti akan turun hujan”. Aku tidak tahu dengan apa yang dia maksudkan,
hingga aku tidak menghiraukan perkataannya, setelah beberapa bulan kemudian aku
merasakan kegagal, orang itupun dating pada ku lalu bilang “jika awan telah
turun hujan jangan kalah air”, dan aku hanya bengok Nampak seperti orang begok.
Berpikir terus berpikir, ucapan itu selalu terdengar ditelinga berusaha damai dengan rasa gelisah,
berbahagia dengan rasa luka, menjadi pelangi dalam kehidupan sender itu sangat
sulit bagi terkadang batu-batu krikil datang menyapa sepi ku,saat itu aku hanya
mampu tersenyum kecil, mungkin aku harus belajar mengerti arti perjuangan.
Manusia diciptakan penuh dengan keterbatasan. Ingin rumah luas uang tidak punya
untuk membuatnya, ingin sekolah tinggi tapi tidak ada kesempatan, ingin menikah
tapi jodoh belung datang, ingin hidup tenang tapi terus saja gundah gulana,
ingin sukses tapi misi dan visi hidup tidak beres.
“Sungguh Maha Adil Allah yang telah mencipta,
dengan segala keterbatasan yang ada, manusia menempati tempat tertinggi
dibanding makhluk Allah lainya. Dia beri kita akal untuk menyempurnakan
keterbatasan yang kita miliki, Dia beri kita hati nurani yang tidak pernah
berdusta, Dia beri kita jasad yang indah lagi sempurna”.
Putih biru ini
membuat ku menjadi tidak suka dengan olahraga, meski SD dulu aku paling suka
olahraga tapi entah apa asalsannya sehingga aku tidak lagi menyukai olahraga,
bahkan aku sering beralasan sakit ketika pelajaran berlangsung, sampai-sampai
alasan ku membuat seorang guru curiga. Karena setiap hari jum’at memang di
kuhususkan untuk senam pagi dan setelah selasai senam bersih-bersih bareng
untuk membersihkan halaman sekolah, bahkan jika telat dating untuk mengikuti
senam maka hukumannya adalah bersihin kamar mandi dan wc. Pada akhir bulan aku
mendapat surat peringatan, dan yang membuat ku malu, surat itu dibaca saat
pengumuman, seluruh siswa berdiri depan kantor dan mendengarkan isi surat yang
dibaca oleh salah satu teman kelas ku, Semua teman menertawakan ku, aku menangis
dan langsung pulang begitu saja. Dalam waktu seminggu aku tidak datang
disekolahan itu, aku merasa kecewa dengan semuanya, harusnya mereka tahu kalau
aku memeng tidak suka olahraga, karena nafas ku suka tidak kuat untuk menahan
rasa cepek. Hampir dua minngu aku terdiam diri dirumah, setahu orang tua shie
libur, ehh taunya ngelibur sendiri, jum’at pukul 09.20 wib, Guru wali kelas ku
datang kerumah ku, menanyakan kenapa aku tidak pernah hadir, setelah beliau
tahu alasan ku mengapa tidak mau lagi sekolah, baru menyadari dan meminta maaf
agar aku sekolah lagi, beliau berkata “jangan sia-siakan sekolah mu kasihan
dengan mimpi mu, jika kamu berhenti maka mimpi mu tak punya teman, karena mimpi
mu telah menunggu didepan. Tinggal kamu
jalan kedepan pasti akan kamu temukan mimipi itu, berjuanglah menahan godaan,
jangan kalah dengan kegagalan, karna kesuksesan akan mewarnai mimpi mu, bukan
kah kamu ingin menjadi pelangi ..?”. Aku memulai dari kata-kata itu untuk
bangkit dan berusaha, berjuang untuk terus menutut ilmu, jika memang aku adalah
salah satu diantara orang yang berutung pasti akan ada cara untuk dari sebuah
kegagalan. Namun semua itu juga tak lepas dari bagaimana aku berusahanya. Sabda
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam.
“Sungguh, seorang dari kalian yang memanggul
kayu bakar dan dibawa dengan punggungnya lebih baik baginya daripada dia
meminta kepda orang lai, baik orang lain itu memberinya atau menolaknya”. (HR. Bukhari&muslim).
Semangat dan
semangat hingga tiga tahun kini telah berlalu, kini seragam ku berganti dengan putih
abu-abu. Hati ku pun kian senang dan bahagia.
“Belajar dari sebuah kegagalan..!!”
Seragam putih
abu-abu itu memenuhi SMK TUNAS WUYATA, dan sungguh hati kupun merasakan
warna-warni kisah hidup yang seprti lampu terkadang terang terkadang redup.
Belajar dari sebuah gegagaln itu tak segampang membalikan tangan, saat aku
dimbangku 2 SMK aku benar-benar gagal, belajar ku kacau berantakan, badahal
dikelas 1 yang lalu aku masuk 10 besar umum. Aku menyadari inilah hidup ku,
yang terkadang bergerak dengan kesadaran terkadang pun penuh kehilafan. Aku
punya geng yang terdiri dari 9 cewek, kami merasa sangat kuasa atas kelas ku,
absen kehadiranpun itu selalu geng kami pegang, setiap salah satu diantara geng
kami tidak hadir itu selalu izin dalam absensi meski tidak ada surat
keteranagannya, beda dengan teman yang lain kalau tidak ada surat keterangan maka
selalu alpa. Dan setiap kali ada
pelaajaran yang menurut kami itu membosankan, kami selalu nongkrong dikantin
yang berada belakang sekolah, di antara teman-teman satu kelas kami tak ada
seorang pun yang berani mengadukan kepada guru tentang apa saja yang kami
lakukan. Meski gerbang sekolah selalu ditutup tapi setiap pelajaran kosong kami
bolos, menerobos belakang sekolah. Nah selama 1 tahun itulah pekerjaan ku yang hanya
mengejar sebuah kegagalan. Dan ada satu hal yang sangat mengingatkan ku dalam
sebuah kesalahan. Ada salah seorang teman ku yang bernama Agu, dia sudah 3 kali
tidak hadir (alpa), kata guru wali kelas ku, aku disuruh supaya menanyakan
kepadanya, kenapa sudah tiga hari tidak kesekolah dan agar aku memberikan
nasehat untuknya. Dan setelah aku Tanya-tanya, ehh jawabnya“kenapa kalau yang lain selain geng kamu yang tidak hadir kamu tidak
berusaha memberinya izin, sedang geng kamu selalu diberi izin, apa alasan itu
karena kalian berkuasa didalam kelas?.. pikirin nasib kita juga dong, jangan
mementingin geng kalian sendiri.. kamu egois!!”. Sungguh jawaban itu
membuat ku jadi introspeksi diri. Ternyata ada yang lebih lemah dari yang kuat Tidak jarang seseorang tidak mampu
selamat dari hawa nafsu dan terbebas dari kekeliruan pendapat karena bersikukuh
meyakini sesuatu dan tidak mau menerima koreksi, kalau ternyata tindakan ku
bersama geng ku itu jelas sangatlah salah. Diriwayatkan dari Umar bin
al-Khaththab, beliau mengatakan.
“Koreksilah
diri kalian sebelum kalian dihisab dan berhiaslah (dengan amal shalih) untuk
pagelaran agung (pada hari kiamat kelak)”. (HR. Tirmidzi).
Kami menyadari bahwa kami memang
tidak pernah belajar untuk mendapatkan nilai- nilai positif dari pandangan
orang lain. Namun dari situlah aku belajar untuk dewasa, membangkitkan mimpi
yang sejak kecil seperti idola dalam hidup ku. Setelah aku beranjak kelas tiga
dan sampai akhirnya aku lulus sekolah, mimpi itu terus terkenang dipikran ku,
namun yang sangat menyedihkan, orangtua tidak pernah percaya kalau aku punya
mimpi yang tinggi. Aku sempet shie temen aku mau kabaur dari rumah hanya karena
ingin mewujudkan mimpi. Oke.. oke.. kita lihat episode ceritaku dalm mengejar
mimpi.
“Mengejar Mimpi !!”
Oya sobat berimpilah sebanyak-banyaknya selagi mimpi
itu garatis...!! sadarilah bahwa mimpi itu
bisa melecut semangat seseorang untuk menjadi seperti yang diimpikannya. Hingga
tak heran banyak orang yang berhasil meraih kesuksesan karena berawal dari
sebuah mimpi. Tapi jangan salah, meski banyak yang berhasil mewujudkan mimpinya
tidak sedikit juga yang gagal. Tak jarang kegagalan itu menyebabkan stres,
down, depresi bahkan nyaris gila. Mengerikan ya…?. Aku selalu menerapkan untuk
diriku sendiri bawasannya orang yang hebat adalah dia yang berjuang melawan
kegagalan.
Karena keberhasilan menggapai cita-cita tentunya berawal dari sebuah impian.
Sekarang kita belajar berfikir? Bagaimana kita meraih sebuah kesuksesan, kalau
kita sendiri saja tidak pernah punya mimpi. Dan kalian juga harus tahu sebesar
apapun impian seseorang di dunia ini haruslah juga diingat bahwa ia harus punya
impian atau cita-cita yang lebih besar lagi untuk menuju kehidupan akhirat
kelak. Allah SWT memerintahkan makhluk-Nya untuk memperhatikan keseimbangan antara
kehidupan dunia dan akhirat,
“Dan carilah pada apa yang telah
dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu
melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada
orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu
berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang berbuat kerusakan.” (QS Al-Qashash: 77).
Faktor kunci
keberhasilan mencapai impian sangat ditentukan oleh seberapa besar keinginan
ku. Tidak menyalahkan keadaan atau orang
lain atas belum tercapainya impian ku. Ini mungkin terjadi karena aku tidak
benar-benar memiliki keinginan yang kuat dan tidak tabah serta sabar menjalani
pengorbanan yang dibutuhkan. Setiap manusia yang dilahirkan didunia penuh dengan
impian. Impian inilah yang menuntun diri ku untuk meraih apa yang aku inginkan. Bukan hanya berharap dari mimpi untuk menjadi
kaya. Sudah menjadi cerita umum, banyak fakta dilingkungan ku sendiri bahwa impian seseorang
digantungkan melalui nomor togel atau berburuh harta karun yang konon ceritanya
peninggalan Bung Karno yang dikenal dengan harta revolusi. Harapan dan impian
ini akhirnya hanya sebatas angan-angan. Kisah perburuan dan harapan ini
akhirnya hanya melahirkan kesengsaraan bahkan mengorbankan seluruh keluarga.
Banyaknya hutang dimana-mana untuk mencari keberadaan harta karun, biaya untuk
ke orang pintar yang konon mengetahui keberadaan harta karun, belum biaya ini
itu seperti mahar, transportasi dan lainnya. Dirinya hanya berpangku
tangan dan berharap suatu saat akan mendapatkan kekayaan yang berlimpah. Tanpa
adanya usaha yang benar-benar nyata. Aku sendiripun tidak menyadari bahwa ada
mimpi yang besar dalam hati, aku selalu mendambakan mimipi ku itu, meski aku
tidak tahu keberhasilan ataukah kegagalan yang akan ku dapatkan. Kalaupun ditimpa cobaan atau memiliki
kekurangan, rasa syukur itu akan membantu diri ku kembali memperoleh semangat
untuk menghasilkan karya yang inspiratif, mengalahkan tantangan, sukses,
berprestasi, dan mencapai segala impian.
Bersyukur atas apapun realita hidup yang aku terima
ini dapat mengatasi perasaan putus asa. Ketidak sempurnaan, kehilangan atau
kerugian apapun memang dapat mengecilkan hati, kecewa, dan putus asa. Namun
dengan senantiasa mensyukuri karunia apapun yang aku terima, ini akan membantu
aku lepas dari perasaan putus asa. Ketika aku mulai untuk mengambil tindakan
menuju tujuan dan impian ku, aku harus menyadari bahwa setiap tindakan tidak
akan sempurna. Tidak setiap tindakan akan menghasilkan sesuatu yang aku inginkan
dan Tidak setiap tindakan akan bekerja sesuai impian ku. Terkadang membuat
kesalahan, mendapatkan hampir benar, dan percobaan untuk melihat apa yang
terjadi adalah bagian dari proses untuk akhirnya mendapatkan sesuatu dengan
benar, sesuai dengan impian. ada pepatah mengatakan, kegagalan adalah awal dari
kesuksesan. Selalu aku ingat bahwa bukan berarti kesuksesan harus dimulai dari
kegagalan. Namun aku tidak berhenti untuk belajar tidak gagal.
Dewasa ini aku memliki cara untuk meraih mimpi
ku dan aku selalu berdoa semoga aku berhasil dalam meraih mimpi tersebut
yakni untuk dunia dan akhirat ku,
(Amin). Aku bayangkan apa yang sudah menjadi impian ku. Terus ku Bayangkan seolah-olah aku sudah menjadi seperti orang yang aku impikan.
Aku Nikmati mimpi ku, aku rasakan bahwa cita-cita itu telah ku genggam, semoga
imajinasi yang fantastis ini akan terus berkembang dan membuat aku memiliki
kekuatan untuk meraihnya. Karena jika aku memandang
suatu masalah itu membuat kita terpuruk sendiri takut untuk maju, takut gagal,
begitu dengan masalalu yang terburuk itu rasanya ingin terbuang dari
angan-angan , terhapus dari memori, namun semua itu sering muncul dengan
sendirinya.
kearah Keberhasilan adalah kemampuan untuk
melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa
kehilangan semangat. Sukses, setiap orang pasti ingin sukses, tidak ada satupun
didunia ini yang bermimpi tidak ingin sukses.
Ada berbagai macam keinginan, ada yang ingin sukses menjadi Seorang manajer, menjadi seorang guru, menjadi seorang Penulis puisi, sukses menjadi Jutawan, dan lain sebagainya. Bahkan menjadi seorang Koruptor pun bisa disebut sukses, walau dalam arti sebenarnya itu merupakan kesuksesan dalam hal yang kurang baik. Kegagalan adalah sebuah modal berharga untuk keberhasilan karena tanpa ada kegagalan tak akan ada keberhasilan. Aku menyebutkan bahwa kegagalan dan keberhasilan itu seperti dua sahabat yang setia mendampingi kita menjalani hidup ini, dia akan datang silih berganti membantu aku mewarnai kehidupan ini. Aku harus ingat bahwa sebenarnya semenjak kecilpun aku sudah pernah mengalami kegagalan, dengan begitu aku harus punya sifat optimis dengan selalu bertawakkal (menyandarkan hati pada Allah) dan tetap berusaha untuk menggapai impian yang aku cita-citakan. Ingatbahwa siapa saja yang bertakwa dan bertawakkal pada Allah Ta’ala dengan sebenar-benarnya, maka pasti Allah Ta’ala akan memberikan ia jalan keluar dan akan memberikan ia selalu kecukupan. Allah Ta’ala berfirman,
Ada berbagai macam keinginan, ada yang ingin sukses menjadi Seorang manajer, menjadi seorang guru, menjadi seorang Penulis puisi, sukses menjadi Jutawan, dan lain sebagainya. Bahkan menjadi seorang Koruptor pun bisa disebut sukses, walau dalam arti sebenarnya itu merupakan kesuksesan dalam hal yang kurang baik. Kegagalan adalah sebuah modal berharga untuk keberhasilan karena tanpa ada kegagalan tak akan ada keberhasilan. Aku menyebutkan bahwa kegagalan dan keberhasilan itu seperti dua sahabat yang setia mendampingi kita menjalani hidup ini, dia akan datang silih berganti membantu aku mewarnai kehidupan ini. Aku harus ingat bahwa sebenarnya semenjak kecilpun aku sudah pernah mengalami kegagalan, dengan begitu aku harus punya sifat optimis dengan selalu bertawakkal (menyandarkan hati pada Allah) dan tetap berusaha untuk menggapai impian yang aku cita-citakan. Ingatbahwa siapa saja yang bertakwa dan bertawakkal pada Allah Ta’ala dengan sebenar-benarnya, maka pasti Allah Ta’ala akan memberikan ia jalan keluar dan akan memberikan ia selalu kecukupan. Allah Ta’ala berfirman,
“Barangsiapa
bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan
memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang
bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3).
Sobat mungkin cukup ini yach … cerita
ku dalam belajar kegagalan dan meraih kesuksesan. Semoga aku tergolang dari
orang-orang yang sukses. Untuk itu aku selalu mengawali dengan berdo’a, berdo’a dan berdo’a bahwa Allah Swt bersama
orang yang sabar, “ibu doa mu lebih baik
dari doa anak mu, tiada yang sempuran selain Allah Swt, dan engkau ‘ibu’
pelantara yang di ciptakan Allah sebagi penyempura hidup ku, aku adalah anak mu
yang sengaja dilahirkan untuk berbakti pada mu dan hanya bertaqwa kepada yang
Esa. Ya Allah, hanya bisa ku ucap dengan rasa syukur, Engkau telah menciptakan
bidadari yang selalu menyelimuti hati ku”.
Wassalamu’allaikum
Wr.Wb.
Nama :
Ambar Surniawati
Nim :
12005208
Kelas :
E
Prodi :
PGSD
Yogyakarta,
27_September_2013
No comments:
Post a Comment