CERPEN : LUKA dari AYAH
LUKA dari AYAH
Sejenak
pikirkan apa arti cinta sesungguhnya? .....
Adakah cinta yang sejati coba renungkan? …..
Adakah cinta yang sejati coba renungkan? …..
cinta
akan selalu bermakna dan berarti namun bagai mana cara insan itu sendiri untuk
memaknainya,dan cinta sejati ada pada orang yang membutuhkannya,bayak yang
bilang cinta itu adalah kehidupan. cinta itulah yang terdiri dari dua insan
yang sengaja menyatukan dua hati yang saling berbeda, teori cinta bagai
bersentuhan jiwa yang saling menyentuh datangnya sunah Rasullnya, dan
sejarahnya bagai siti hawa, yang selalu membara disetiap jiwa,semua manusia
yang serakah ingin memiliki cintanya dengan nafsunya, sesunggunya Allah SWT memperbolehkan
mereka bersentuh ketika telah menjadi seorang istri atau suaminya. Namun
merekalah yang salah akan mengartikan cinta, bukan kah cinta yang sesungguhnya hanya
milik Allah. Beristri dan bersuamilah dengan orang yang bisa menjaga mu didunia
dan diakhirat mu, pilih lah yang mana itu akan menjadi yang terbaik untuk mu
sendiri, sebelum dirimu dilahirkan bukankah Allah telalah menentukan hidup dan
mati mu, bahagia dan menderitanya kamu, kapan tiba rizki mu dan pula jodoh
mu,namun Allah pun akan merubah semua itu dengan bagai mana cara mu bersyukur
dan berusaha untuk merubahnya.
kehidupan tax selamanya indah seperti apa yang kita harapkan .
kehidupan tax selamanya indah seperti apa yang kita harapkan .
“aku
coba kenali diri ku untuk dapat ku pahami apa arti hidup ku dan aku tak akan
pernah memahami orang lain jikalau aku sendiri saja tak tau apa kehidupan ku
akan dapat dipami orang lain.menjadi diri sendiri tax semudah ketika kita
memejamkan mata,aku selalu membenarkan semua untuk kebenaran ku sendiri,aku
selalu tak perduli orang berkata benar ataukah salah, yang jelas aku adalah
aku, bukan orang lain.
Menangis
dan menangis,keluarga ku tax pernah berfikir kalau masalah ini akan menghambat ku
dalam meraih mimpi, rasa semangat itu pun lenyak seketika. kenapa semua masalah
selalu didasari dari keluhan perekonomian, bukan kah apapun pemberian nYa kita
wajib mensyukurinya.
“gimana
ayah bisa dapat uang kalau ibu mu saja setiap ayah keluar selalu curiga” keluh
sang ayah.
“seharusnya ayah bisa mikir kenapa ibu selalu curiga, emang nyatanya gitu kan kelakuan ayah, coba saja kalau ayah tidak begitu pasti ibu selalu percaya” tegas ambar
“emang ayah gimana , ayah ini yah berusaha cari uang” selaknya.
“kalau aku tidak liat sendiri mungkin bisa saja ayah mengelah, tapi aku ini udah besar yah... seharusnya ayah malu dengan anak mu yang dah sebesar ini” aku yang semakin kasar,hingga tax lagi dapat membendung air mata. Mungkin saja kalau aku tx melihat foto ayah dengan perempuan laen diponselnya mungkin aku taxkan semarah ini pada ayah ku sendiri, sewaktu aku tau foto itu aku hanya bisa meratap pilu , kenapa ayah ku seprti itu ..?? aku tak ingin nambah masalah , aku hanya dapat pendam sendiri luka itu, namun kini ayah malah seakan menyalahkan ibu ku yang dah jelas mang ayah yang salah.
“ya.. terus ayah harus gimana...?” ayahnya hanya mammpu meratap sedih
“seharusnya ayah itu mikirin aku...?tegas kembali ambar dalam isax tangisnya
“kalau aku tx mikirin kamu , ngapain aku kuliahin kamu?”
“cobalah mengerti ibu itu kurang apa coba? Apa-apa dy sendiri kerja tax perduli terik matahari dan hujan, la sedang ayah itu ngapa, apa kurang enaknya jadih ayah, kalau bukan ibu apa ya mau banting guling sendirian”
“ya sudah biar ayah yang bergi...” sentax nya
“lau tingkah ayah seperti itu , nikah sekalian juga gax apa-apa kami merelakan, dan lau mau pergi silahkan!!!” ambar yang benar-benar tax habis fikir akan tindakan ayahnya yang sebodoh itu, yang malah akan menghancur kan matabat dan moralnya sendiri, bisa dibilang merendahkanb harga dirinya senderi dengan tindakan bodohnya
“kalau memamng ayah disuruh pergi, ye sudah ayah akan pergi...”
“pergilah lau ayah tidak sayang sama ambar , tapi lau anak mu ini kan selau sayasng sama ayah”
“ya..... ayah sayang sama kalian”
“sekarang karna ayah maseh kuat kerja sediri ... occc mau pergi... mikirlah yah.. nanti disaat ayah tua lemah tak bisa apa-apa siapa yang akan merawat ayah, kalau bukan aku ini anak-anak mu....”
kali ini aku benar lemah tax tau lagi bagaimana caranya untuk menyadarkn ayah ku, yang kini dah buta oleh wanita lain, wanita yang tax bermoral saja bisa-bisanya menggoda suami orang,bahkan wanta itu bersebelahan rumah dengan ku sendiri,
“sudah lah... gax usah dipikirin, terus konsen lah kuliah mu!!!”
“giman bisa konsen kalu ayah saja seperti itu, aku ini dah gede yah.... jelas aku akan malu , oleh kelakuan ayah seperti itu”
“itukan dulu sekarang enggax” ambar tak mampu lagi untuk menahan tangisnya , ponsel itu pun langsung di off begitu saja,, sungguh tax disangka???? Itulah kehidupan setan yang semakin merajalela, kehidupan memang selalu begitu, silir berganti suka dan luka.
“seharusnya ayah bisa mikir kenapa ibu selalu curiga, emang nyatanya gitu kan kelakuan ayah, coba saja kalau ayah tidak begitu pasti ibu selalu percaya” tegas ambar
“emang ayah gimana , ayah ini yah berusaha cari uang” selaknya.
“kalau aku tidak liat sendiri mungkin bisa saja ayah mengelah, tapi aku ini udah besar yah... seharusnya ayah malu dengan anak mu yang dah sebesar ini” aku yang semakin kasar,hingga tax lagi dapat membendung air mata. Mungkin saja kalau aku tx melihat foto ayah dengan perempuan laen diponselnya mungkin aku taxkan semarah ini pada ayah ku sendiri, sewaktu aku tau foto itu aku hanya bisa meratap pilu , kenapa ayah ku seprti itu ..?? aku tak ingin nambah masalah , aku hanya dapat pendam sendiri luka itu, namun kini ayah malah seakan menyalahkan ibu ku yang dah jelas mang ayah yang salah.
“ya.. terus ayah harus gimana...?” ayahnya hanya mammpu meratap sedih
“seharusnya ayah itu mikirin aku...?tegas kembali ambar dalam isax tangisnya
“kalau aku tx mikirin kamu , ngapain aku kuliahin kamu?”
“cobalah mengerti ibu itu kurang apa coba? Apa-apa dy sendiri kerja tax perduli terik matahari dan hujan, la sedang ayah itu ngapa, apa kurang enaknya jadih ayah, kalau bukan ibu apa ya mau banting guling sendirian”
“ya sudah biar ayah yang bergi...” sentax nya
“lau tingkah ayah seperti itu , nikah sekalian juga gax apa-apa kami merelakan, dan lau mau pergi silahkan!!!” ambar yang benar-benar tax habis fikir akan tindakan ayahnya yang sebodoh itu, yang malah akan menghancur kan matabat dan moralnya sendiri, bisa dibilang merendahkanb harga dirinya senderi dengan tindakan bodohnya
“kalau memamng ayah disuruh pergi, ye sudah ayah akan pergi...”
“pergilah lau ayah tidak sayang sama ambar , tapi lau anak mu ini kan selau sayasng sama ayah”
“ya..... ayah sayang sama kalian”
“sekarang karna ayah maseh kuat kerja sediri ... occc mau pergi... mikirlah yah.. nanti disaat ayah tua lemah tak bisa apa-apa siapa yang akan merawat ayah, kalau bukan aku ini anak-anak mu....”
kali ini aku benar lemah tax tau lagi bagaimana caranya untuk menyadarkn ayah ku, yang kini dah buta oleh wanita lain, wanita yang tax bermoral saja bisa-bisanya menggoda suami orang,bahkan wanta itu bersebelahan rumah dengan ku sendiri,
“sudah lah... gax usah dipikirin, terus konsen lah kuliah mu!!!”
“giman bisa konsen kalu ayah saja seperti itu, aku ini dah gede yah.... jelas aku akan malu , oleh kelakuan ayah seperti itu”
“itukan dulu sekarang enggax” ambar tak mampu lagi untuk menahan tangisnya , ponsel itu pun langsung di off begitu saja,, sungguh tax disangka???? Itulah kehidupan setan yang semakin merajalela, kehidupan memang selalu begitu, silir berganti suka dan luka.
Seharusnya
sebagai ayah memberikan contoh yang baik bukan malah contoh yang tercela
seperti itu, toh bukan kah dia juga sudah tua,seharusnya menyadari dari
usianya, malu lah dengan anax muda, lah ini malah ngajax saing dengan yang muda
, kan berbahaya kalau terus dibiarkan ,
kasian ibu ambar yang slalu menerima atas semua perlakuan ayahnya terhadapnya,
jika ayahnya harus pergi ia hanya bisa pasrah dan merelakannya saja.
Cerpen : LUKA dari AYAH
Oleh
: AMBAR SURNIAWATI (12005208)
No comments:
Post a Comment