TUGAS
MANAJEMEN
BERBASIS SEKOLAH
Manajemen komponen sekolah
Disusun
Oleh:
NAMA :
AMBAR SURNIAWATI
NIM :
12005208
KELAS : E
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
2013/2014
v A. MANAJEMEN
KOMPONEN-KOMPENEN SEKOLAH
Manajemen
sekolah pada hakikatnya mempunyai pengertian yang hamper sama manajeman
pendidikan.manajemen sekolah merupakan bagian dari manajemen pendidikan,atau
penerapan manajemen pendidikan dalam organisasi sekolah sebagai salah satu
komponen dari system pendidikan yang berlaku. Hal yang paling penting dalam
implementasi manajemen berbasis sekolah adalah manajemen terhadap
komponen-komponen itu sendiri. Sedikitnya terdapat 7 (tujuh) komponen sekolah
yang harus dikelola dengan baik dalam rangka MBS yaitu :
1.
Manajemen kurikulum dan program pengajaran
Manajemen
kurikulum dan program pengajaran mencakup kegiata perencanaan,pelaksanaan dan
penilaian kurikulum. Di samping itu, sekolah juga bertugas dan berwenang untuk
mengembangkan kurikulum muatan local sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan
lingkungan setempat. Pengembangan kurikulum muatan local dimaksudkan terutama
untuk mengimbangi kelemahan-kelemahan perkembangan kurikulum sentralisasi,dan
bertujuan agar peserta didik mencintai dan mengenal lingkungannya,serta mau dan
mampu melestarikan dan mengembangkan sumber daya alam,kualitas social, dan
kebudayaan yang mendukung pembangunan nasional,pengembangan ragional,maupun
pembangunan local sehingga peserta didik tidak terlepas dari akar social budaya
lingkungan. Manajemen atau administrasi pengajaran adalah kesesluruhan proses
penyelenggaraan kegiatan dibidang pengajaran yang bertujuan agar seluruh
kegiatan pengajaran terlaksana secara efektif dan efesien.
2.
Manajemen tenaga kependidikan
Manajemen
tenaga kependidikan atau manajemen personalia pendidikan bertujuan untuk
mendayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efesien untuk mencapai
hasil yang optimal,namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan. Manajemen
tenaga kependidikan (guru dan personil) mencakup :
a.
Perencanaan pegawai
b.
Pengadaan pegawa
c.
Pembinana dan pengembangan pegawai
d.
Promosi dan mutasi
e.
Pemberhentian pegawai
f.
Kompensasi
g.
Penilaian pegawai
Tugas
kepala sekolah dalam kaitannya dengan manajemen tenaga kependidikan bukanlah
pekerjaan yang mudah karena tidak hanya mengusahakan tercapainya tujuan
sekolah,tetapi juga tujuan tenaga kependidikan (guru dan pegawai) secara
pribadi. Karena itu kepala sekolah dituntut untuk mengerjakan instrument
pengelolahan tenaga kependidikan seperti daftar absensi,daftar urut
kepangkatan,daftar riwayat hidup,daftar riwayat pekerjaan, dan kondite pegawai
untuk membantu kelancaran MBS disekolah yang dipimpinnya
3.
Manajemen kesiswaan
Manajemen
kesiswaan adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan
dengan peserta didik, mulai masuk sampai dengan keluarnya peserta didik
tersebut daru suatu sekolah. Manajemen kesiswaan bertujuan untuk mengatur
berbagai kegiatan dalam bidang kesiswaan agar kegiatan pembelajaran disekolah
berjalan dengan lancar,tertib dan teratur,serta mencapai tujan pendidikan
sekolah. Tujuan pendidikan tidak hanya untuk mengembangka pengetahuan
anak,tetapi juga sikap kepribadian,serta aspek social,emosional,di samping
keterampilan-keterampilan lain. Disekolah juga perlu dilakukan pencatatan dan
ketetalaksanaan kesiswaan,dalam bentuk buku induk,buku klapper,buku laporan
keadaan siswa,buku presensi siswa,buku rapor,daftar kenaikan kelas,buku mutasi dan
sebagainya.
4.
Manajemen keuangan dan pembiayaan
Manajemen keuangan dan pembiayaan
merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektivitas dan
efesiensi pengelolaan pendidikan.Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia manajemen artinya penggunaan sumber daya secara
efektif dan efisien.Manajemen keuangan adalah sumber daya yang diterima yang
akan dipergunakan untuk penyelenggaraan pendidikan. Manajemen keuangan
dimaksudkan sebagai suatu manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.
Menurut
Jones (1985), manajemen keuangan meliputi:
a. Perencanaan financial, yaitu kegiatan
mengkoordinir semua sumber daya yang tersedia untuk mencapai sasaran yang
diinginkan secara sistematik tanpa efek samping yang merugikan.
b. Pelaksanaan (implenmentation
involves accounting),yaitu kegiatan berdasarkan rencana yang telah dibuat.
c. Evaluasi, yaitu proses penilaian
terhadap pencapaian tujuan.
manajer
keuangan sekolah berkewajiban untuk menentukan keuangan sekolah, cara
mendapatkan dana untuk infrastruktur sekolah serta penggunaan dana tersebut untuk
membiayai kebutuhan sekolah.
5.
Manajemen sarana dan presarana pendidikan
Pada dasarnya manajemen sarana dan
prasarana pendidikan terdiri dari dua unsur, yaitu sarana dan prasarana.
Menurut Mulyasa, sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang
secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses
belajar mengajar, seperti papan tulis, spidol, penghapus, alat tulis, buku, dan
media pengajaran. Sedangkan yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah
fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya suatu proses pendidikan
atau pengajaran di suatu lembaga pendidikan, seperti gedung, ruang kelas,
halaman, kebun sekolah, jalan menuju sekolah, dan sebagainya. namun, apabila
prasarana tersebut digunakan secara langsung untuk kegiatan belajar mengajar,
misalnya kebun sekolah digunakan untuk kegiatan belajar biologi maka kebun
sekolah menjadi sarana pendidikan.
Manajemen sarana dan prasarana
merupakan suatu kegiatan untuk mengatur dan mengelola sarana dan prasarana
pendidikan secara efektif dan efisien dalam rangka pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan. Menurut Tim Pakar Manajemen Universitas Negeri Malang, manajemen
sarana dan prasarana adalah proses kerjasama pendayagunaan semua sarana dan
prasarana pendidikan yang dimiliki oleh sekolah secara efektif dan efisisen.
Mulyasa juga menambahkan bahwa tugas dari manajemen sarana dan prasarana yaitu
mengatur dan menjaga sarana dan prasarana pendidikan agar dapat memberikan
kontribusi secara optimal dan berarti dalam proses pendidikan.
6.
Manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat
Manajemen
hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan seluruh proses kegiatan yang
direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta
pembinaan secara kontinu untuk mendapatkan simpati dari masyarakat pada
umumnya, serta dari publik pada khususnya, sehingga kegiatan operasional
sekolah/pendidikan semakin efektif dan efisien, demi membantu tercapainya
tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Sekolah merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari masyarakat, peran serta dari masyarakat ikut mempengaruhi
bagaimana kinerja dari sekolah. Sekolah merupakan salah satu alternatif untuk
mengembangkan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada di
masyarakat. Karena itu hasil pendidikan pelaksanaan sekolah menjadi harapan bahkan
dambaan masyarakat, maka kegiatan-kegiatan yang berada dalam sekolah harus
terpadu derap dengan masyarakatnya tidak boleh ada penyimpangan nilai dan
norma.Simpati yang diharapkan dari publiknya akan menambah animo masyarakat
terhadap sekolah tersebut, yang berarti menambah masukan yang sangat berharga.
Karena itu, segala upaya untuk menambah simpati harus terus ditingkatkan
layanannya kepada masyarakat. Seperti menampilkan produk
produk
unggulan dari sekolah, misalnya karya-karya istimewa yang diciptakan oleh
siswa, prestasi-prestasi siswa, hasil penelitian, hasil kejuaraan,
keterampilan-keterampilan siswa, dan lainnya yang dikemas dalam suatu acara
tertentu. Sekolah yang mudah mendapat simpati dari masyarakat adalah sekolah
yang mencetak lulusan terbaik, dan prestasi-prestasi gemilang setiap
tahunnya.Kegiatan-kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler yang ada di sekolah
diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan sikap
para siswa untuk mampu menyongsong masa depan dan dapat bertanggung jawab
terhadap pembangunan masyarakat,bangsa,dan negaranya baik secara individual
maupun berkelompok.Hubungan sekolah dengan masyarakat yang harmonis, terpadu
serta timbal balik yang sebaik-baiknya akan meningkatkan mutu pendidikan dan
pembangunan masyarakat.
Adapun
hubungan sekolah dan masyarakat dapat merupakan:
a. Hubungan timbal balik yang saling
memberi manfaat
b. Hubungan yang bersifat sukarela
c. Hubungan yang bersifat kontinyu
antara sekolah dengan masyarakat
d. Hubungan keluar kampus guna menambah
simpati masyarakat
e. Hubungan kedalam kampus guna
menambah keyakinan atau mempertebal pengertian para sivitas akademika tentang
segala pemilikan material dan non material.
7.
Manajemen layanan khusus
Manajemen layanan khusus di sekolah pada
dasarnya dibuat untuk mempermudah atau memperlancar pembelajaran, serta dapat
memenuhi kebutuhan khusus siswa di sekolah. Pelayanan khusus diselenggarakan di
sekolah dengan maksud untuk memperlancar pelaksanaan pengajaran dalam rangka
pencapain tujuan pendidikan di sekolah. Pendidikan di sekolah antara lain juga
berusaha agar peserta didik senanatiasa berada dalam keadaan baik, baik disini
menyangkut aspek jasmani maupun rohaninya. Dari uraian tersebut dapat
disimpulkan bahwa manajemen layanan khusus adalah suatu proses kegiatan
memberikan pelayanan kebutuhan kepada peserta didik untuk menunjang kegiatan
pembelajaran agar tujuan pendidikan bisa tercapai secara efektif dan efisien.Implementasi
manajemen layanann khusus yang dilakukan sekolah meliputi manajemen
perpustakaan. Mengingat Perpustakaan merupakan salah satu unit yang memberikan
layanan kepada peserta didik, dengan maksud membantu dan menunjang proses
pembelajaran di sekolah, melayani informasi-informasi yang dibutuhkan serta
memberi layanan rekreatif melalui koleksi bahan pustaka. Maka dari itu
perpustakaan tersebut perlu dikelola dengan baik agar daopat mengikuti
perkembangan zaman.

No comments:
Post a Comment