Friday, January 17, 2014

Manajemen Berbasis Sekolah



TUGAS
MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
Manajemen komponen sekolah




     
Disusun Oleh:

NAMA            : AMBAR SURNIAWATI
NIM                : 12005208
KELAS           : E

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
2013/2014




v  A. MANAJEMEN KOMPONEN-KOMPENEN SEKOLAH

Manajemen sekolah pada hakikatnya mempunyai pengertian yang hamper sama manajeman pendidikan.manajemen sekolah merupakan bagian dari manajemen pendidikan,atau penerapan manajemen pendidikan dalam organisasi sekolah sebagai salah satu komponen dari system pendidikan yang berlaku. Hal yang paling penting dalam implementasi manajemen berbasis sekolah adalah manajemen terhadap komponen-komponen itu sendiri. Sedikitnya terdapat 7 (tujuh) komponen sekolah yang harus dikelola dengan baik dalam rangka MBS yaitu :
1.    Manajemen kurikulum dan program pengajaran
Manajemen kurikulum dan program pengajaran mencakup kegiata perencanaan,pelaksanaan dan penilaian kurikulum. Di samping itu, sekolah juga bertugas dan berwenang untuk mengembangkan kurikulum muatan local sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan setempat. Pengembangan kurikulum muatan local dimaksudkan terutama untuk mengimbangi kelemahan-kelemahan perkembangan kurikulum sentralisasi,dan bertujuan agar peserta didik mencintai dan mengenal lingkungannya,serta mau dan mampu melestarikan dan mengembangkan sumber daya alam,kualitas social, dan kebudayaan yang mendukung pembangunan nasional,pengembangan ragional,maupun pembangunan local sehingga peserta didik tidak terlepas dari akar social budaya lingkungan. Manajemen atau administrasi pengajaran adalah kesesluruhan proses penyelenggaraan kegiatan dibidang pengajaran yang bertujuan agar seluruh kegiatan pengajaran terlaksana secara efektif dan efesien.
2.    Manajemen tenaga kependidikan
Manajemen tenaga kependidikan atau manajemen personalia pendidikan bertujuan untuk mendayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efesien untuk mencapai hasil yang optimal,namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan. Manajemen tenaga kependidikan (guru dan personil) mencakup :
a.    Perencanaan pegawai
b.    Pengadaan pegawa
c.    Pembinana dan pengembangan pegawai
d.    Promosi dan mutasi
e.    Pemberhentian pegawai
f.     Kompensasi
g.    Penilaian pegawai
Tugas kepala sekolah dalam kaitannya dengan manajemen tenaga kependidikan bukanlah pekerjaan yang mudah karena tidak hanya mengusahakan tercapainya tujuan sekolah,tetapi juga tujuan tenaga kependidikan (guru dan pegawai) secara pribadi. Karena itu kepala sekolah dituntut untuk mengerjakan instrument pengelolahan tenaga kependidikan seperti daftar absensi,daftar urut kepangkatan,daftar riwayat hidup,daftar riwayat pekerjaan, dan kondite pegawai untuk membantu kelancaran MBS disekolah yang dipimpinnya
3.    Manajemen kesiswaan
Manajemen kesiswaan adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik, mulai masuk sampai dengan keluarnya peserta didik tersebut daru suatu sekolah. Manajemen kesiswaan bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan dalam bidang kesiswaan agar kegiatan pembelajaran disekolah berjalan dengan lancar,tertib dan teratur,serta mencapai tujan pendidikan sekolah. Tujuan pendidikan tidak hanya untuk mengembangka pengetahuan anak,tetapi juga sikap kepribadian,serta aspek social,emosional,di samping keterampilan-keterampilan lain. Disekolah juga perlu dilakukan pencatatan dan ketetalaksanaan kesiswaan,dalam bentuk buku induk,buku klapper,buku laporan keadaan siswa,buku presensi siswa,buku rapor,daftar kenaikan kelas,buku mutasi dan sebagainya.
4.    Manajemen keuangan dan pembiayaan
Manajemen keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektivitas dan efesiensi pengelolaan pendidikan.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia manajemen artinya penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien.Manajemen keuangan adalah sumber daya yang diterima yang akan dipergunakan untuk penyelenggaraan pendidikan. Manajemen keuangan dimaksudkan sebagai suatu manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.
Menurut Jones (1985), manajemen keuangan meliputi:
a.    Perencanaan financial, yaitu kegiatan mengkoordinir semua sumber daya yang tersedia untuk mencapai sasaran yang diinginkan secara sistematik tanpa efek samping yang merugikan.
b.    Pelaksanaan (implenmentation involves accounting),yaitu kegiatan berdasarkan rencana yang telah dibuat.
c.    Evaluasi, yaitu proses penilaian terhadap pencapaian tujuan.
manajer keuangan sekolah berkewajiban untuk menentukan keuangan sekolah, cara mendapatkan dana untuk infrastruktur  sekolah serta penggunaan dana tersebut untuk membiayai kebutuhan sekolah.

5.    Manajemen sarana dan presarana pendidikan
Pada dasarnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan terdiri dari dua unsur, yaitu sarana dan prasarana. Menurut Mulyasa, sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar, seperti papan tulis, spidol, penghapus, alat tulis, buku, dan media pengajaran. Sedangkan yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya suatu proses pendidikan atau pengajaran di suatu lembaga pendidikan, seperti gedung, ruang kelas, halaman, kebun sekolah, jalan menuju sekolah, dan sebagainya. namun, apabila prasarana tersebut digunakan secara langsung untuk kegiatan belajar mengajar, misalnya kebun sekolah digunakan untuk kegiatan belajar biologi maka kebun sekolah menjadi sarana pendidikan.
Manajemen sarana dan prasarana merupakan suatu kegiatan untuk mengatur dan mengelola sarana dan prasarana pendidikan secara efektif dan efisien dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Tim Pakar Manajemen Universitas Negeri Malang, manajemen sarana dan prasarana adalah proses kerjasama pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki oleh sekolah secara efektif dan efisisen. Mulyasa juga menambahkan bahwa tugas dari manajemen sarana dan prasarana yaitu mengatur dan menjaga sarana dan prasarana pendidikan agar dapat memberikan kontribusi secara optimal dan berarti dalam proses pendidikan.

6.    Manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat
Manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara kontinu untuk mendapatkan simpati dari masyarakat pada umumnya, serta dari publik pada khususnya, sehingga kegiatan operasional sekolah/pendidikan semakin efektif dan efisien, demi membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Sekolah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat, peran serta dari masyarakat ikut mempengaruhi bagaimana kinerja dari sekolah. Sekolah merupakan salah satu alternatif untuk mengembangkan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada di masyarakat. Karena itu hasil pendidikan pelaksanaan sekolah menjadi harapan bahkan dambaan masyarakat, maka kegiatan-kegiatan yang berada dalam sekolah harus terpadu derap dengan masyarakatnya tidak boleh ada penyimpangan nilai dan norma.Simpati yang diharapkan dari publiknya akan menambah animo masyarakat terhadap sekolah tersebut, yang berarti menambah masukan yang sangat berharga. Karena itu, segala upaya untuk menambah simpati harus terus ditingkatkan layanannya kepada masyarakat. Seperti menampilkan produk
produk unggulan dari sekolah, misalnya karya-karya istimewa yang diciptakan oleh siswa, prestasi-prestasi siswa, hasil penelitian, hasil kejuaraan, keterampilan-keterampilan siswa, dan lainnya yang dikemas dalam suatu acara tertentu. Sekolah yang mudah mendapat simpati dari masyarakat adalah sekolah yang mencetak lulusan terbaik, dan prestasi-prestasi gemilang setiap tahunnya.Kegiatan-kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler yang ada di sekolah diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan sikap para siswa untuk mampu menyongsong masa depan dan dapat bertanggung jawab terhadap pembangunan masyarakat,bangsa,dan negaranya baik secara individual maupun berkelompok.Hubungan sekolah dengan masyarakat yang harmonis, terpadu serta timbal balik yang sebaik-baiknya akan meningkatkan mutu pendidikan dan pembangunan masyarakat.
 Adapun hubungan sekolah dan masyarakat  dapat merupakan:
a.    Hubungan timbal balik yang saling memberi manfaat
b.    Hubungan yang bersifat sukarela
c.    Hubungan yang bersifat kontinyu antara sekolah dengan masyarakat
d.    Hubungan keluar kampus guna menambah simpati masyarakat
e.     Hubungan kedalam kampus guna menambah keyakinan atau mempertebal pengertian para sivitas akademika tentang segala pemilikan material dan non material.

7.    Manajemen layanan khusus
Manajemen layanan khusus di sekolah pada dasarnya dibuat untuk mempermudah atau memperlancar pembelajaran, serta dapat memenuhi kebutuhan khusus siswa di sekolah. Pelayanan khusus diselenggarakan di sekolah dengan maksud untuk memperlancar pelaksanaan pengajaran dalam rangka pencapain tujuan pendidikan di sekolah. Pendidikan di sekolah antara lain juga berusaha agar peserta didik senanatiasa berada dalam keadaan baik, baik disini menyangkut aspek jasmani maupun rohaninya. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen layanan khusus adalah suatu proses kegiatan memberikan pelayanan kebutuhan kepada peserta didik untuk menunjang kegiatan pembelajaran agar tujuan pendidikan bisa tercapai secara efektif dan efisien.Implementasi manajemen layanann khusus yang dilakukan sekolah meliputi manajemen perpustakaan. Mengingat Perpustakaan merupakan salah satu unit yang memberikan layanan kepada peserta didik, dengan maksud membantu dan menunjang proses pembelajaran di sekolah, melayani informasi-informasi yang dibutuhkan serta memberi layanan rekreatif melalui koleksi bahan pustaka. Maka dari itu perpustakaan tersebut perlu dikelola dengan baik agar daopat mengikuti perkembangan zaman.

No comments:

Post a Comment